Bantalan merupakan bagian penopang terpenting pada motor. Dalam kondisi normal, ketika suhu bantalan motor melebihi 95°C dan suhu bantalan geser melebihi 80°C, bantalan tersebut mengalami panas berlebih.
Panas berlebih pada bantalan motor saat beroperasi adalah kerusakan umum, dan penyebabnya bermacam-macam, dan terkadang sulit untuk didiagnosis secara akurat, sehingga dalam banyak kasus, jika penanganannya tidak tepat waktu, hasilnya seringkali malah kerusakan yang lebih parah pada motor, memperpendek umur pakai motor, yang berdampak pada kinerja dan produksi. Ringkasan situasi spesifik, penyebab, dan metode penanganan panas berlebih pada bantalan motor akan dijelaskan di sini.
1. Penyebab dan metode penanganan panas berlebih pada bantalan motor:
1. Bantalan gelinding dipasang secara tidak benar, toleransi pemasangannya terlalu ketat atau terlalu longgar.
Solusi: Kinerja bantalan gelinding tidak hanya bergantung pada ketelitian pembuatan bantalan itu sendiri, tetapi juga pada ketelitian dimensi, toleransi bentuk dan kekasaran permukaan poros dan lubang yang sesuai, kecocokan yang dipilih, dan apakah pemasangannya benar atau tidak.
Pada umumnya, motor horizontal dengan bantalan gelinding yang terpasang dengan baik hanya menanggung tegangan radial. Namun, jika kecocokan antara cincin dalam bantalan dan poros terlalu ketat, atau kecocokan antara cincin luar bantalan dan penutup ujung terlalu ketat, yaitu, ketika toleransi terlalu besar, maka setelah perakitan celah bantalan akan menjadi terlalu kecil, bahkan terkadang mendekati nol. Putaran menjadi tidak fleksibel, dan akan menghasilkan panas selama pengoperasian.
Jika kecocokan antara cincin dalam bantalan dan poros terlalu longgar, atau cincin luar bantalan dan penutup ujung terlalu longgar, maka cincin dalam bantalan dan poros, atau cincin luar bantalan dan penutup ujung, akan berputar relatif satu sama lain, mengakibatkan gesekan dan panas, yang menyebabkan kegagalan bantalan akibat panas berlebih. Biasanya, zona toleransi diameter dalam cincin dalam bantalan sebagai bagian referensi digeser ke bawah garis nol dalam standar, dan zona toleransi poros yang sama dan cincin dalam bantalan membentuk kecocokan yang jauh lebih ketat daripada yang dibentuk dengan lubang referensi umum.
2. Pemilihan gemuk pelumas yang tidak tepat atau penggunaan dan perawatan yang tidak benar, gemuk pelumas yang buruk atau rusak, atau tercampur dengan debu dan kotoran dapat menyebabkan bantalan menjadi panas.
Solusi: Menambahkan terlalu banyak atau terlalu sedikit gemuk juga akan menyebabkan bantalan menjadi panas, karena ketika terlalu banyak gemuk, akan terjadi banyak gesekan antara bagian yang berputar dari bantalan dan gemuk, dan ketika gemuk ditambahkan terlalu sedikit, kekeringan dapat terjadi, menyebabkan gesekan dan panas. Oleh karena itu, jumlah gemuk harus disesuaikan sehingga sekitar 1/2-2/3 dari volume ruang bantalan. Gemuk pelumas yang tidak sesuai atau rusak harus dibersihkan dan diganti dengan gemuk pelumas bersih yang sesuai.
3. Jarak aksial antara penutup bantalan luar motor dan lingkaran luar bantalan gelinding terlalu kecil.
Solusi: Motor berukuran besar dan sedang umumnya menggunakan bantalan bola di ujung yang tidak bersentuhan dengan poros. Bantalan rol digunakan di ujung perpanjangan poros, sehingga ketika rotor dipanaskan dan memuai, ia dapat memanjang dengan bebas. Karena kedua ujung motor kecil menggunakan bantalan bola, harus ada celah yang tepat antara penutup bantalan luar dan cincin luar bantalan, jika tidak, bantalan dapat memanas karena pemuaian termal yang berlebihan dalam arah aksial. Ketika fenomena ini terjadi, penutup bantalan sisi depan atau belakang harus sedikit dilepas, atau bantalan kertas tipis harus diletakkan di antara penutup bantalan dan penutup ujung, sehingga terbentuk ruang yang cukup antara penutup bantalan luar di satu ujung dan cincin luar bantalan.
4. Penutup ujung atau tutup bantalan di kedua sisi motor tidak terpasang dengan benar.
Solusi: Jika penutup ujung atau penutup bantalan di kedua sisi motor tidak dipasang sejajar atau sambungannya tidak rapat, bola-bola akan menyimpang dari jalurnya dan berputar sehingga menghasilkan panas. Penutup ujung atau penutup bantalan di kedua sisi harus dipasang kembali rata, diputar secara merata, dan dikencangkan dengan baut.
5. Bola, rol, cincin dalam dan luar, serta sangkar bola mengalami keausan parah atau lapisan logam terkelupas.
Solusi: Bantalan tersebut harus diganti saat ini juga.
6. Koneksi yang buruk ke mesin beban.
Penyebab utamanya adalah: pemasangan kopling yang buruk, tarikan sabuk yang berlebihan, ketidaksesuaian dengan sumbu mesin beban, diameter puli yang terlalu kecil, jarak puli yang terlalu jauh dari bantalan, beban aksial atau radial yang berlebihan, dan lain sebagainya.
Solusi: Perbaiki sambungan yang salah untuk menghindari gaya abnormal pada bantalan.
7. Porosnya bengkok.
Solusi: Pada saat ini, gaya pada bantalan bukan lagi gaya radial murni, yang menyebabkan bantalan menjadi panas. Cobalah untuk meluruskan poros yang bengkok atau menggantinya dengan bantalan baru.
2. Bagaimana cara melindungi bantalan motor dari panas berlebih?
Salah satu cara yang dapat dipertimbangkan adalah dengan menanam elemen pengukur suhu di dekat bantalan, dan kemudian melindungi bantalan melalui rangkaian kontrol. Secara umum, motor memiliki elemen pengukur suhu (seperti termistor) di dalam motor, dan kemudian 2 kabel keluar dari dalam untuk dihubungkan ke pelindung khusus, dan pelindung tersebut mengirimkan tegangan konstan 24V. Ketika bantalan motor mengalami panas berlebih melebihi nilai yang ditetapkan oleh pelindung, pelindung akan aktif dan berperan sebagai pelindung. Saat ini, sebagian besar produsen motor di negara ini menggunakan metode perlindungan ini.
Waktu posting: 25 Juni 2023
